MENGENAL PKS LEBIH DEKAT MELALUI TOP

IMG_9825

“Tak Kenal Maka Tak Sayang”, pepatah lama yang oleh kader dakwah diganti menjadi Tak Kenal Maka Ta’aruf . Alasan ini pula DPC PKS Sukajadi mengadakan acara TOP (Training Orientasi Partai) yang terselenggara pada hari sabtu, 26 november 2016 di RM Raja Sunda Pasteur, Bandung. Acara ini mempunyai tujuan untuk memperkenalkan PKS pada masyarakat, terutama para pemilih pemula.

Drs. Yudi Hermawan (camat kecamatan Sukajadi)
Drs. Yudi Hermawan (camat kecamatan Sukajadi)

ketua DPC PKS Sukajadi, Agus Salim menjelaskan bahwa PKS merupakan partai terbuka yang mau bersaudara sama siapa saja dan selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PKS juga selalu menjaga nilai-nilai keislaman dan tak mengenal arogansi. Dalam paparannya, beliau mengutarakan tentang program-program PKS ke depan dan program yang telah terealisasi, diantaranya baksos, poskes pekanan di dua titik yakni di Cibogo dan Taman Marhamah. Dalam bidang olahraga, ada futsal, renang dan memanah. Sedangkan di bidang pendidikan, PKS Sukajadi telah melakukan pengajian beasiswa. Banyak sebenarnya program yang sudah terlaksana rutin yang tidak disebutkan Agus salim. Seperti cukur gratis tiap hari sabtu, GPS bersama warga, program tahunan Takjil On The Road, sosialisasi Bank sampah, dan lain-lain. Kejelasan program sebuah partai harus betul-betul real dan diketahui khalayak, sehingga para pemilih mendapat manfaat.

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan yang dalam pidatonya, menghaturkan banyak terimakasih pada PKS yang banyak membantu pihaknya dalam banyak hal, yang diantaranya membantu di bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Dan acara pengenalan partai melalui TOP ini menurut beliau sangat bagus karena merupakan sosialisasi positif dalam mengedukasi masyarakat dalam berdemokrasi, sehingga dengan adanya partai sebagai wadah penyaluran hak demokrasi terkait cita-cita dan keinginan masyarakat sebenarnya.

Pak Camat juga mengingatkan peserta TOP, yang didasari pengamatannya akan percaturan politik saat ini, jangan terpancing dengan beredarnya berita-berita Hoax, tapi bijak dan santun dalam bersosmed.

ust. Rahmat Puryodo
ust. Rahmat Puryodo

Peserta yang hadir sangat antusias dan interaktif, ketika materi pengenalan PKS dibawakan ustadz Rahmat Puryodo, yang kiprahnya selama ini sangat membantu umat dengan terapi shalat khusunya. Pria lulusan IPB jurusan budidaya pertanian ini, memaparkan bagaimana ketertarikan akan PKS, yang awalnya sangat anti terhadap partai tapi jadi jatuh cinta setelah tahu bahwa lewat partai dakwah ini ternyata membawanya lebih mencintai Allah. Partai ini bukan semata meramaikan perpolitikan di negeri ini, akan tetapi lebih dari itu karena dapat membawa seseorang untuk lebih dekat, ridho dan bahagia sama Allah sehingga pada ujungnya dapat mencintai karena Allah.

Di sesi akhir, peserta ditambah wawasannya tentang Islam, politik dan politik Islam yang dibawakan oleh ustadz Asep Rodhi. Mantan anggota Legislatif DPRD Kota Bandung ini, memaparkan tentang apa politik Islam. Menurutnya, berpolitik tanpa menambahkan nilai keislaman maka sudah dipastikan orang tersebut menjadi sekuler. Politik dan Islam tak bisa dipisahkan, karena spektrum islam yang syamil (menyeluruh) telah mengatur dalam segala aspek kehidupan. Maka hadirnya PKS, diharapkan membawa berkah tersendiri bagi bangsa dan negara ini. (Tiesna)