PKS Sukajadi Sembelih Hewan Kurban Sehari Setelah Idul Adha

Pks Sukajadi Sembelih Hewan kurban
Wawan Riesmawan (Sekretaris DPC PKS Sukajadi) Sedang menyembelih Kurban

Kegiatan baik yang sudah mentradisi, selalu dipertahankan oleh DPC PKS Sukajadi Kota Bandung. Salah satunya agenda tahunan pembagian hewan kurban.

Alhamdulillah, hewan kurban berupa 2 ekor domba dan 1 sapi, yang dititipkan kader melalui DPC PKS Sukajadi, sudah dilaksanakan pada hari kamis tanggal 23 Agustus 2018.

Daging kurban yang kemudian dibagikan ke masyarakat sekitar kantor DPC dan 5 Kelurahan yang Ada di kecamatan Sukajadi. “Untuk hewan kurban tahun ini, sedikit menurun kalau dibanding tahun sebelumnya. Mungkin karena harga hewan yang cukup tinggi untuk tahun ini”, demikian ungkap Asep Rohmat selaku ketua Tim Kepanitiaan Idul Adha tahun ini.

Pks Sukajadi berkurban,  tradisi positive tahunan,  DPC PKS Sukajadi,  khidmat untuk Rakyat

Mudah-mudahan Kebiasaan baik yang selalu dilakukan DPC PKS Sukajadi ini akan terus dipertahankan. Semoga Allah terima sebagai kebaikan dan keberkahan dunia dan akhirat.

Partisipasi akhwat PKS,  pks berkurban,  pks Sukajadi berkurban,
Bagi-bagi tugas dengan kader perempuan

DRIVER OJEK ONLINE KESENGSEM SAMA PKS

Suasana Poskes di Cibogo - Sukajadi
                                        Suasana Poskes di Cibogo – Sukajadi

 

“Halo pak, saya sudah siap di depan nih”, suara driver ojek online itu, menyapa saya yang pagi itu terasa terburu-buru karena waktu sudah cukup siang untuk persiapan logistik Poskes  yang saban minggu pagi diadakan di jalan Cibogo samping tol Pasteur Sukajadi. Senyum ramah sang driver  tersungging dari bibirnya  sambil memberikan helm,sementara matanya tertuju ke tshirt yang saya kenakan.

 

“Mau kemana pak?”  tanyanya,  sedangkan   matanya belum lepas dari tulisan yang ada di T’shirt saya dengan PKS  No 3. “Tolong antar saya ke jl Cibogo ya pak” pinta saya sambil berharap semoga tidak kesiangan datang ke lokasi. “Bapak dari PKS ya?”, sambung dia selang beberapa menit perjalanan. “iya kang,” jawab saya singkat. “wah, sebenarnya saya mah suka malu sama orang PKS teh”. “malu kenapa kang?” timpal saya sambil mau tahu, ada apa sebenarnya yang berada dalam benak ayah muda ini. “maklum pak,saya mah orang baragajul” timpalnya.”Terus apa hubungannya dengan orang PKS?” Cecar saya seraya memiringkan muka,agar kuping saya bisa jelasmendengar apa yang diucapkan sang Driver. “saya mah orang ga bener, kalau orang PKS kelihatannya sholeh-sholeh. Terus rasa sosialnya yang tinggi. Kalau menolong orang tak pernah minta bayaran”.

 

“oh gitu ya, sebenarnya sama saja kang, yang namanya orang pasti ada sisi baik dan sisi jeleknya. Dan semua partai juga memiliki tujuan yang sama yaitu mau mensejahterakan masyarakat Indonesia,cuma dari cara dan strategi saja  yang berbeda”  hehe… jawaban saya semoga bijak.

“Iya sih pak, tapi saya melihat dan merasakan sendiri kalau ternyata kader PKS tuh pada baik-baik. Di mushola tempat  tinggal saya saja, yang rajin ngisi pengajian dan sholat berjamaah itu kader PKS. Orangnya ramah-ramah, rumah tangganya adem ayem. Pokoknya bikin ngiri saya melihatnya” demikian penjelasan kang Aris nama driver itu sambil diselingi senyuman yang terkekeh-kekeh.

“oya, bapak pakai baju pks, apa ada acara seputar PKS ?” Tanya kang Aris lagi , sementara hati saya masih  mencerna apa yang yang diungkapkan orang ini sebelum pertanyaan barusan.  Beberapa menit  lalu, dia bilang kalau kader PKS Sholeh, selalu berjamaah di masjid, orangnya ramah-ramah dan rumah tangganya yang selalu romantis,demikian yang saya tangkap dari paparan pria ini. Sebuah penilaian orang luar yang tulus ini, bagaikan tamparan bagi kader seutuhnya agar senantiasa menjaga image yang baik ini.

 

“Saya ke jalan Cibogo pasar tumpah ini,mau menghadiri acara Poskes kang. Acara ini merupakaan agenda pekanan DPC PKS Sukajadi. Di tempat ini, masyarakat yang lewat bahkan sudah ada yang rutin tiap pekan hadir untuk cek kesehatan.  Bapak atau keluarga yang lain mau tes tensi darah, kolesterol, asam urat dan gula darah,  bisa datang rutin ke Poskes PKS yang untuk daerah Sukajadi, kami memiliki dua tempat pelayanan, selain di Cibogo ada juga yang di Taman Marhamah depan hotel Sukajadi” . Terang saya pada kang Aris ini.

 

“Bayarnya berapa pak?”, timpal sang driver ini.

“kalau untuk cek tensi mah gratis kang, kalau untuk  cek darah seperti  asam urat,gula darah, kolesterol memang berbayar tapi super murah kalau dibandingkan dengan pengecekan di tempat lain. Karena tujuan kami meringankan beban masyarakat terutama yang tak mampu. Kalaupun bayar, itu hanya sebatas untuk mengganti  harga beli peralatan saja. Untuk cek gula darah taripnya Rp. 10.000, untuk asam urat taripny Rp. 13.000 dan untuk kolesterol cukup bayar Rp. 20.000 saja”. Penjelasan saya membuat  orang  ini terus bergumam kalu PKS memang luar biasa katanya.

 

Obrolan ringan kami terus berlanjut sampai pembahasan tentang pilkada DKI dan pilkada Jabar tahun depan. Beliaupun berharap agar PKS tetap pro rakyat dan akan selalu berada di hati rakyat. (Tiesna)

Yuk Membaca Di Taman Marhamah

keceriaan anak-anak bersama kak Ami
keceriaan anak-anak bersama kak Ami

 

            Bila kamu ingin tahu dunia, maka membaca adalah solusinya. Bila membaca ingin menyenangkan, datang ke Taman Marhamah bisa jadi pilihan. Setiap minggu pagi, disini digelar agenda rutin pekanan DPC PKS Sukajadi yang diantaranya mendorong warga sekitar agar senang membaca.

Setelah launching taman baca tiga pekan lalu, tepatnya 22 januari 2017, masyarakat Sukajadi khususnya anak-anak bisa membaca sambil rileks ditemani suasana sejuk yang terpancar dari pepohonan yang ada di sekitar taman. Apalagi kalau ada kak Ami Ori, anak-anak lebih antusias karena cerita bergambar jadi lebih berasa asyik karena langsung didongengkan oleh beliau.

Taman membaca ini sebenarnya melengkapi kegiatan poskes pekanan yang sudah berlangsung di tempat tersebut. Di poskes inilah masyarakat dapat memeriksa kesehatan berupa cek asam urat, kolesterol, gula darah, tensi ataupun konsultasi kepada petugas.⁠⁠⁠⁠ (Tiesna)

PUSAT KHIDMAT SUKAJADI LAUNCHING TAMAN BACA MARHAMAH

kak Ami sedang bercerita
kak Ami sedang bercerita

“Reading Society” sebuah aktivitas untuk mencerdaskan anak bangsa, selama ini sangat kurang. Kegemaran membaca di Indonesia sangat rendah bila dibandingkan dengan indeks negara lain. Bahkan dalam lingkup Asean, Indonesia menempati urutan ke-3 terbawah diatas Kamboja dan Laos.

Berdasarkan survei yang dilakukan UNESCO, indeks tingkat membaca masyarakat Indonesia berada di kisaran 0,001%. Ini berarti hanya satu orang dari 1000 penduduk Indonesia yang serius gemar membaca.

 

Atas dasar itulah, Pusat Khidmat DPC PKS Sukajadi, yang saban minggu menggelar acara poskes di taman Marhamah Sukajadi, pada minggu (22/01/2017) launching Taman Baca yang resmi dibuka camat Sukajadi Drs. Yudi Hermawan. Taman Baca yang merupakan program “Rumah Cerdas”, InsyaAllah setiap pekannya akan memudahkan masyarakat di bilangan Sukajadi kota Bandung, agar gemar membaca.

“Koleksi bukunya memang belum begitu banyak, dan kami masih terus mengetuk masyarakat agar menginfakkan atau meminjamkan buku ke Taman Baca ini”, ujar Herman selaku kasie Kesra DPC PKS Sukajadi.

Acara launching ini juga, menghadirkan kak Ami Ori pembawa acara di rubrik “Dongeng Dodo & Nisa” yang tayang tiap minggu di MQTV. Anak-anak sangat menikmati cerita edukasi yang dibawakan kak Ami dan Dodo sang boneka yang mengundang gelak tawa.

Sosialisasi Pembuatan Biopori
Sosialisasi Pembuatan Biopori

Pada kesempatan itu pula,diadakan sosialisasi pembuatan lubang resapan biopori, yang gunanya mengedukasi masyarakat  akan manfaat biopori yang merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir. Dan taman marhamah atau taman Sukajadi ini ke depannya akan dipenuhi lubang biopori.

MENGENAL PKS LEBIH DEKAT MELALUI TOP

IMG_9825

“Tak Kenal Maka Tak Sayang”, pepatah lama yang oleh kader dakwah diganti menjadi Tak Kenal Maka Ta’aruf . Alasan ini pula DPC PKS Sukajadi mengadakan acara TOP (Training Orientasi Partai) yang terselenggara pada hari sabtu, 26 november 2016 di RM Raja Sunda Pasteur, Bandung. Acara ini mempunyai tujuan untuk memperkenalkan PKS pada masyarakat, terutama para pemilih pemula.

Drs. Yudi Hermawan (camat kecamatan Sukajadi)
Drs. Yudi Hermawan (camat kecamatan Sukajadi)

ketua DPC PKS Sukajadi, Agus Salim menjelaskan bahwa PKS merupakan partai terbuka yang mau bersaudara sama siapa saja dan selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PKS juga selalu menjaga nilai-nilai keislaman dan tak mengenal arogansi. Dalam paparannya, beliau mengutarakan tentang program-program PKS ke depan dan program yang telah terealisasi, diantaranya baksos, poskes pekanan di dua titik yakni di Cibogo dan Taman Marhamah. Dalam bidang olahraga, ada futsal, renang dan memanah. Sedangkan di bidang pendidikan, PKS Sukajadi telah melakukan pengajian beasiswa. Banyak sebenarnya program yang sudah terlaksana rutin yang tidak disebutkan Agus salim. Seperti cukur gratis tiap hari sabtu, GPS bersama warga, program tahunan Takjil On The Road, sosialisasi Bank sampah, dan lain-lain. Kejelasan program sebuah partai harus betul-betul real dan diketahui khalayak, sehingga para pemilih mendapat manfaat.

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Camat Sukajadi, Drs. Yudi Hermawan yang dalam pidatonya, menghaturkan banyak terimakasih pada PKS yang banyak membantu pihaknya dalam banyak hal, yang diantaranya membantu di bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Dan acara pengenalan partai melalui TOP ini menurut beliau sangat bagus karena merupakan sosialisasi positif dalam mengedukasi masyarakat dalam berdemokrasi, sehingga dengan adanya partai sebagai wadah penyaluran hak demokrasi terkait cita-cita dan keinginan masyarakat sebenarnya.

Pak Camat juga mengingatkan peserta TOP, yang didasari pengamatannya akan percaturan politik saat ini, jangan terpancing dengan beredarnya berita-berita Hoax, tapi bijak dan santun dalam bersosmed.

ust. Rahmat Puryodo
ust. Rahmat Puryodo

Peserta yang hadir sangat antusias dan interaktif, ketika materi pengenalan PKS dibawakan ustadz Rahmat Puryodo, yang kiprahnya selama ini sangat membantu umat dengan terapi shalat khusunya. Pria lulusan IPB jurusan budidaya pertanian ini, memaparkan bagaimana ketertarikan akan PKS, yang awalnya sangat anti terhadap partai tapi jadi jatuh cinta setelah tahu bahwa lewat partai dakwah ini ternyata membawanya lebih mencintai Allah. Partai ini bukan semata meramaikan perpolitikan di negeri ini, akan tetapi lebih dari itu karena dapat membawa seseorang untuk lebih dekat, ridho dan bahagia sama Allah sehingga pada ujungnya dapat mencintai karena Allah.

Di sesi akhir, peserta ditambah wawasannya tentang Islam, politik dan politik Islam yang dibawakan oleh ustadz Asep Rodhi. Mantan anggota Legislatif DPRD Kota Bandung ini, memaparkan tentang apa politik Islam. Menurutnya, berpolitik tanpa menambahkan nilai keislaman maka sudah dipastikan orang tersebut menjadi sekuler. Politik dan Islam tak bisa dipisahkan, karena spektrum islam yang syamil (menyeluruh) telah mengatur dalam segala aspek kehidupan. Maka hadirnya PKS, diharapkan membawa berkah tersendiri bagi bangsa dan negara ini. (Tiesna)