TAFSIR QS ANNAS

Resume kajian
“Majelis Taklim Ahsanu Amala”

Bersama :
Ust. Khozin Abu Faqih, Lc.

Tema:
“Kajian Tafsir Al-Quran”

Qs. Annas (Qs.114)

Tugas utama manusia adalah beribadah, dan tempat ibadah itu adalah di dunia. Akan tetapi dalam perjalanannya manusia dihadapkan dengan musuh yang nyata yaitu syaitan/iblis. Sehingga sinyal peribadatan nya berbeda dalam hal frekuensinya. Ibarat sinyal handphone ada yg sinyalnya penuh, ada yg 4,3,2,1 bahkan ada yg tak punya sinyal sama sekali.

Itu disebabkan karena dunia ini didesain dengan banyak permainan. Ketika seseorang mau beribadah maka saat itupula ada game/permainan yang menghalangi dengan campur tangan syaitan didalamnya.
Karena banyak hal kesenangan itulah, maka banyak manusia yg lupa akan manual booknya atau panduan hidupnya yaitu Alquran.

Kalau dirunut ke belakang sejarah manusia dengan leluhur kita adalah Nabi Adam ternyata berasal dari Surga. Hanya karena memakan buah khuldi (note:yg memberi nama pohon khuldi ternyata syaitan) maka manusia diturunkan ke dunia. Nah, agar kembali lagi ke surga itulah maka manusia diberi panduan hidup agar selamat dan kembali ke surga melalui panduan hidup berupa Alquran.

* Tujuan kajian Tafsir Qs Annas :
1. Mengenal Qs Annas
2. Menterjemahkan Qs Annas
3. Mengkaji
4. Mengambil pelajaran

Qs Annas merupakan surat ke 114, diturunkan di mekah dan terdiri dari 6 ayat.

Dalam Qs Annas disebutkan ada Robb dan ilah, dalam konteks terjemahan sering diartikan sama sebagai “Tuhan” padahal ada perbedaan dlm tujuan nya.
Kalau Robb bermakna Yakin akan keberadaan Allah. Sementara Illah bermakna sikap kita terhadap keyakinan tersebut.

KAMDUNGAN QS ANNAS :
Menggambarkan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Sedangkan musuhnya sangat perkasa yaitu syaitan. Karena lemah itulah maka manusia dalam melaksanakan tugasnya untuk beribadah di dunia ini diwajibkan mencari perlindungan yaitu Allah swt.

3 sifat manusia dlm mencari perlindungan :
1. Mencari perlindungan kepada sesama manusia maka manusia akan mengetahui siapa dirinya (ma’rifatunnafs)
2. Mencari perlindungan kepada Allah (Robb,almalik,ilah) maka manusia akan mengenal siapa Allah (ma’rifatulloh)
3. Mencari perlindungan dari syarril waswaasil khonnas maka manusia akan mengenal siapa musuhnya (ma’rifatuladuw)

*** Mengenal musuh (syaitan):
– sifatnya selalu berbisik
– kerjanya membisikkan melalui aliran darah manusia
– wujudnya dari jin dan manusia.

Karena hal itulah maka manusia harus sadar dan waspada.
Dihadapan Allah untuk menggapai surga seorang mukmin memiliki bekal berupa shalat,shaum dan zakat tapi berkat musuhnya syaitan telah memperdaya dengan amal jelek sehingga kelak manusia menjadi muflis (bangkrut).

Bukan itu saja bahkan tiket masuk surgapun yaitu iman banyak yg direbut oleh syaitan.

Pembisik ada dua :
1. Jin
a. Kita tidak mengerti bagaimana proses nya,tapi kita mengetahui pengaruhnya dlm jiwa dan realita kehidupan.
b. Pertarungan antara Adam dan iblis telah berlangsung lama
c. Syaitan telah mengumumkan perang kepada manusia karena didorong jiwanya yg jahat dan kesombongan serta kedengkian
d. Syaitan telah mendapatkan izin dari Allah untuk memusuhi manusia
(Qs. Al-isro : 61-75)
e. Setiap manusia mempunyai qorin (jin dan malaikat) termasuk rosul pun sama. Cuma jin qarin yg menyertai rosul telah masuk islam atas izin Allah.
f. Syaitan ikut berada dalam aliran darah manusia

Setiap manusia yg terlahir di hatinya ada pembisik, jika manusia ingat Allah maka musuh itu mundur. Dan jika manusia lupa sama Allah maka musuh itu mendekat dan membisikkan (alwaswas _ alkhonnas) (HR. Alhakim).

BENTENGI DARI SYAITAN
1. Allah menjadikan iman sebagai benteng bagi manusia
2. Allah menjadikan dzikir sebagai bekal bagi manusia
3. Allah menjadikan ta’awud sebagai senjata bagi manusia.

(masih berlanjut pekan depan…..)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *