SETETES DARAH DEMI KEMANUSIAAN

Jujur  saja ketika saya menyebut kata Donor Darah, terbersit dalam batin saya kalau orang yang mendermakan darahnya pastinya bagai pahlawan kemanusiaan. Karena sesuatu yang sangat berharga dalam raganya harus disumbangkan pada orang lain.
Hal ini pula, ketika DPD PKS Kota Bandung melalui Musda ke-4 mencanangkan aksi donor darah sebagai bentuk khidmat ke masyarakat maka sayapun bertekad untuk memberanikan diri berdonor. Mengapa ada kata memberanikan diri ? Karena selama ini selalu ada rasa waswas juga ketika mendengar cerita orang. Yang katanya jarumnya lebih besar dari biasanya, habis donor suka pusing,lemes bahkan katanya lebih ekstrim lagi ada yang bilang bisa bikin pingsan.

Setibanya di PMI kota Bandung, sebagai pemula sudah barang tentu rada canggung, apalagi waktu pendonor spesial dari PKS sudah selesai jam 12.00, sementara saya datang jam 13.00. Sehingga pendonor temen-temen dari pks sudah pada pulang. Sewaktu ngisi form pendaftaran sebenarnya rada ragu juga sih, soalnya ada isian riwayat penyakit yang pernah diderita.
Wah, jangan-jangan tidak bisa donor darah nih, karena berdasar  riwayat penyakit, beberapa bulan lalu terdeteksi ada batu ginjalnya. Tapi bismillah deh, kalau pun gagal insyaallah sudah tercatat satu kebaikan. Berbaik sangka sama Allah tidak dilarang kan ?

Setelah ngisi form soal data kita, berikutnya tinggal nunggu panggilan dokter untuk cek kesehatan layak atau tidaknya kita jadi pendonor. Seperti berat badan, tensi darah, Hemoglobin,golongan darah dan selanjutnya diambil sampel darah. Setelah diambil sampel darah tinggal duduk manis menunggu panggilan. Sambil mengusir rasa tegang sekali kali bercanda sama anak, karena si kecil saya bawa ikut serta.

Akhirnya setelah nama saya dipanggil, sayapun langsung masuk ke ruangan dan ancang-ancang mencari tempat yang kosong. Tapi didalam ditegur ustadz Endrizal anggota dewan DPRD Kota yang ternyata mendonorkan darah juga saat itu. Ustadz bilang, “kang kesana dulu cuci tangan sampai lengan!” Hehehe….. kirain langsung duduk lalu diambil darah. Dan ditempat cuci tanganpun lagi-lagi tak bisa ngeluarin air. Untung ada pegawai yang ngasih tahu, “pak, tekan pake dengkul biar airnya keluar” Ya ampun baru nemu nih, keran air yang ditekan menggunakan dengkul.

Screenshot_2015-10-27-14-33-26

Waktu perawat mengambil darah ini pula lagi-lagi menghindari rasa tegang, saya sedikit nanya-nanya sama perawat. Pokoknya biar tidak stress dah, apapun saya tanya yang sebenarnya pertanyaan nya tidak penting-penting amat hingga kantungpun penuh dan Alhamdulillah proses donor darahpun selesai.
Dan  perawat bertanya, apakah saya pusing atau tidak? Tapi Alhamdulillah saya tak merasa pusing sedikitpun. Dan di seberang saya ada akh Deni kader Cibiru yang kemudian badannya disuruh berbaring datar karena setelah pengambilan darah ada rasa pusing katanya.

Setelah proses selesai, saya siap-siap saja mau pulang. Baru ada yang memberitahu kalau dengan mengunjukkan kartu donor berhak mendapatkan cemilan gratis di cafetaria pendonor. Wah, ternyata sudah di cek darah gratis dapat makanan gratisan pula. Buat saya sih ini bukan cemilan biasa tapi full protein. Ada susu murni, bubur kacang lengkap sama roti dan diakuinya.

Jadi buat teman-teman semua, tak usah banyak mikir kalau berderma darah. Coba saja bayangkan kalau kita cek darah ke Laboratorium pasti berbayar deh. Dengan donor darah, kita bisa tahu kalau ternyata kita dinyatakan layak dan sehat untuk menjadi pendonor. Dan satu hal yang membuat saya senang ternyata donor darah tak seperti yang dikatakan orang-orang, karena saya tak merasa pusing, mual atau keluhan apapun. Bahkan yang ada rasa bugar dan seperti ada energi positif yang mempengaruhi jiwa. Hal ini terjadi Karena merasa bahagia telah ikut membantu orang yang membutuhkan setetes darah untuk kelangsungan hidupnya.

Bahkan sempat bincang-bincang di cafetaria dengan seorang bapak yang sudah mendonorkan darahnya yang ke 123  bahwa dengan donor darah selain sebagai
bentuk kepedulian sosial juga sumsum tulang kita jadi terangsang untuk menghasilkan sel darah merah baru. Ini akan membuat organ pembentuk darah kita untuk berfungsi lebih efektif dan sel-sel aktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *